Jalan Jalan Sambil Belajar Bersama Anak Ke Museum Geologi Bandung 

Sudah bertahun – tahun tinggal di Bandung tapi belum kesampaian mengunjungi Museum Geologi yang terletak di jalan Diponegoro. Pas banget awal bulan ini ada teman yang mudik dari Amerika dengan anaknya yang se-usia dengan mary, anak saya , ngajak berkunjung ke Museum Geologi , katanya anaknya mau lihat dinosaurus yang ada di museum itu, dan juga supaya anaknya ngga bosen juga main ke mall terus.

Jadilah kami pergi ke Museum Geologi dengan iming – iming ke anak, yuk lihat dinosaurus dari jarak dekat ( padahal cuma kerangkanya saja :D). Akhirnya Mary pun mau diajak kesana, walaupun di hari itu kami tidak sempat bertemu dengan sahabat saya tadi, karena dia terjebak macet di jalan dari Lembang jadi tidak sempat ke museum.

Sesampainya disana saya pikir karena weekdays pasti nggak ramai seperti weekend, karena setiap weekend kalau sedang lewat sna pasti saja banyak bus berjejer.  Namun ternyata perkiraan saya salah besar, di depan loket kami sudah ‘disambut’ puluhan siswa SMP entah darimana yang sedang foto – foto, belum lagi yang di dalam gedung, sudah terdengar suara riuh anak – anak SMP lainnya lagi. Tapi anehnya Mary tetap saja mau masuk dan excited menelusuri tempat baru, nggak salah deh kalau Mary suka saya sebut kaya dora the explorer, kalau ke tempat baru semua diselidiki dan dijelajah sampai lupa sama orang tua, main nyelonong masuk aja 😀


Jadilah kami membeli tiket masuk seharga Rp.3000 yang murahnya nggak ketulungan itu!   Benar – benar kaget saya ada jaman sekarang masuk museum hanya bayar semurah itu 😀


 Dan Mary pun tambah excited ketika di pintu masuk sudah terpampang kerangka gajah purba besar , dia loncat – loncat kegirangan walaupun kami harus berdesakan masuk ke dalam museum. Lalu kami masuk lagi ke arah sebelah kanan museum tempat kerangka dinosaurus terpampang nyata 😀 dan seperti biasa Mary ada saja tekad anehnya mau pegang dinosaurus lah, mau naik ke atas lah, yah namanya explorer!  Di ruangan sebelah kanan tempat display dinosaurus juga ada berbagai macam fosil batu – batuan  , kayu dan kerang. Jadi dia pun menelusuri tiap – tiap fosil kerang lucu sambil sesekali bilang wow..sea shell, so many!

  Anaknya memang senang mengamatu jadi satu – satu diliatin sambil balik lagi ke tempat dinosaurus.

Lalu setelah puas main di daerah sayap kanan museum, kami menuju ke sayap kiri museum letak bebatuan dan tata luar angkasa. Mary tambah girang lagi waktu lihat bola dunia raksasa di ruang sayap kiri museum itu, ya sambil pegang – pegang dan mencoba memutarnya 😀

Di ruang sayap kiri museum itu ada satu display layar lebar untuk memutar klip video sejarah terbentuknya bumi, dan kita bisa tekan tombol on untuk memutar videonya. Karena Mary anaknya juga suka segala hal yang visual dan bisa belajar lewat visual , jadi dia pun senang melihat planet – planet walaupun belum mengerti detil . Dan karena datangnya terlalu sore, maka kami  tidak bisa terlalu lama di ruangan itu, bahkan belum sempat menjelajah ke lantai atas, karena jam 4 sudah mau tutup, ya mau nggak mau harus pulang, tanpa disangka – sangka malah Mary maksa masih mau lihat lahi video planet – planet tadi dan nggak mau pulang !

Alhasil besoknya kami ke Museum Geologi lagi demi memuaskan keinginan Mary yang mau lihat dinosaurus lagi 😀

Dan tanpa disangka justru kami bisa bertemu dengan sahabat saya dan anaknya walaupun kita nggak janjian , wah tambah senang Mary ada teman main dan heboh bareng !



Setelah puas main di area lantai 1 , kami pun naik ke lantai 2, ternyata ada dua ruangan juga bertema air dan satu lagi berhubungan dengan sumber daya mineral. Untuk anak – anak balita mungkin belum terlalu mengerti tentang pertambangan dan cuaca seperti terjadinya hujan,dll. Namun mereka senang saja melihat – lihat dan saya juga sedikit – sedikit memberi penjelasan.

Cuma mungkin karena di lantai 2 juga penuh dengan siswa – siswi SD , jadi agak kurang nyaman berlama – lama disana. Jadilah akhirnya penjelajahan di Museum Geologi berakhir (itu juga Mary masih belum mau pulang 😀 ) dan kami memutuskan untuk pulang mampir ke Cisangkuy dulu demi mengenang tempat minum yogurt kekinian di jaman SMP , ketahuan banget ya umurnya 😀

Overall kami sangat senang pergi ke Museum Geologi Bandung , bisa main sambil belajar juga disana , cukup bersih dan nyaman untuk balita. Cuma seandainya bisa mungkin bisa diatur pembagian waktu atau hari berkunjung untuk umum dan rombongan , jadi nggak terlalu sempit dan penuh, karena kalau sudah penuh jadi panas dan tidak leluasa buat anak – anak balita  menjelajah.
Museum Geologi Bandung

Jl. Diponegoro No 57

Harga tiket : Rp.3000 ( balita / belum sekolah gratis)

jam operasional :

Senin – Jumat : Pk 09.00 – 16.00

Sabtu hanya sampai Pk. 14.00

Berkunjung ke Pustakalana : Perpustakaan Anak di Bandung 

Seperti menemukan oasis di tengah padang gurun di siang bolong waktu saya ‘bertemu’ dengan instagram Pustakalana beberapa minggu yang lalu. Bagaimana tidak girangnya hati ini bisa menemukan sebuah perpustakaan anak yang saya lihat dari instagram-nya penuh dengan buku – buku impor yang cukup mahal harganya. Tahun 2013 saja saya beli satu buku board book bekas untuk Mary yang saat itu baru lahir harganya sekitar 4us dollar, dan nilai dollar belum naik seperti sekarang. Makanya sekarang belum kepikiran lagi beli buku impor khusus anak walaupun bekas , apalagi dalam us dollar. 

Dan memang dari dulu saya pecinta perpustakaan, bukan karena rajin belajar sih, alasannya karena di perpustakaan pas semasa kuliah selain bisa pakai internet gratis, juga bisa baca buku novel (inggris) gratis, padahal sebenarnya saya kuliah jurusan sastra Jepang 😀 

Tapi memang dari kecil sudah dibiasakan dibelikan buku – buku lumayan bermutu mungkin ya jadi sampai besar suka baca buku , rasanya kalau ke toko buku pengen dibeli semua kalau bisa walaupun budget ngga cukup. Jadi alternatif lain kalau mau baca buku ya cari ke perpustakaan. Makanya senang sekali bisa menemukan ada perpustakaan khusus anak di Bandung ini, kayanya selama tinggal di Bandung baru tahu ada perpustakaan khusus anak. 

Jadi hari kamis kemarin memaksakan diri buat datang dan buat member untuk Mary.  Awalnya sempat muter – muter jalan taman cibeunying selatan cari rumah nomor 5 yang ternyata di ujung dekat jalan bengawan, setelah tanya-tanya akhirnya ketemu juga Pustakalana. Tempatnya memang tidak terlalu besar dan menyatu dengan Bandung City Creativity Forum (BCCF) , tapi dari depan sudah kelihatan ada tempat mainan outdoor- nya , Mary langsung mau main perosotannya, tapi saya ajak masuk ke dalam dulu.  Setibanya kami di dalam langsung disambut dengan ramah oleh penjaga perpustakaan dan anaknya yang sedang membaca buku. Di dalam perpustakaan kecil itu ternyata nyaman dan bersih, berjejer berbagai buku – buku anak di rak buku yang dipisah sesuai usia anak, dan juga beberapa mainan anak seperti puzzle kayu, miniatur dinosaurus dan lain – lain yang pastinya anak – anak akan senang berlama – lama di sana selain membaca ( dibacakan ) buku. Buktinya Mary asyik mencoba mainan – mainan yang ada sementara saya mendaftar untuk menjadi member. 

Ada 3 pilihan keanggotaan perpustakaan anak Pustakalana, pertama untuk jangka waktu sebulan, saya lupa biayanya, 3 bulan Rp. 115,000 dan satu tahun Rp. 350,000 . Keanggotaannya sudah termasuk kartu member yang bisa diisi ulang sesuai keanggotaan, dan bebas meminjam buku sesuai keanggotaan ( untuk yang 3 bulan maksimal 3 buku sekali pinjam) dan jangka waktu 2 minggu sekali pinjam. Buat saya mengeluarkan uang sejumlah itu dan bisa meminjam buku – buku impor berkualitas rasanya puas sekali, belum lagi ditambah bisa ikut berbagai kegiatan yang diadakan tiap minggunya dengan harga diskon jika menjadi member. 

Jadi kemarin setelah menjadi member , langsung deh saya pinjam 3 buku untuk Mary , biasa kita punya jam khusus untuk membaca , kalau pagi setelah mandi/ siang setelah makan siang (untuk menghindari menonton tv /  youtube) dan waktu malam sebelum tidur. Dan memang dari hamil saya sendiri sudah membiasakan membacakan buku untuk Mary, jadi mungkin karena itu Mary jadi suka membaca juga. Walaupun ketika di perpustakaan Mary tidak terlalu tertarik untuk membaca buku , justru lebih tertarik dengan mainannya, hehe , tapi sewaktu di rumah malam harinya Mary kelihatan senang sekali membaca “Wheel On The Bus” dan “Five Little Monkeys Jumping On The Bed” ya sambil loncat – loncat juga 😀 Semoga bukunya bisa dikembalikan tepat waktu , hihi. 

Pustakalana

Jl. Taman Cibeunying Selatan No.5 

jam buka : (Senin – Sabtu )Pk. 09.30 – 16.00 

Instagram : Pustakalana 

   
    
    
 

[Travel] Medan Trip – Januari 2010

Berikut ini adalah catatan perjalanan saya ke Medan di tahun 2010, sebenarnya pernah di posting di blog lama saya dan ternyata belum terselesaikan, hehe.  jadi saya posting ulang disini ya,  tunggu kelanjutannya ya..

Saya sungguh bersemangat dengan perjalanan pertama ke Medan ini.  Saya dan teman – teman kantor berangkat tanggal 15 Januari dari Jakarta karena tidak mendapat tiket dari Bandung.  Tapi kami jadi bisa menikmati terminal domestik di bandara Soekarno Hatta yang baru, okay lah..

Setelah sampai di Medan, saya dan teman- teman dijemput dengan rekan dari kantor di Medan dan mengantarkan kami ke hotel Aplha Inn yang berada di jalan Gatot Subroto, Sekip.  Hotel Alpha Inn ini termasuk baru di Medan, dan lumayan lah tidak terlalu mahal juga, bersih, cuma mungkin karena masih baru jadi pelayanannya kurang memuaskan. But over all, hotel Alpha Inn ini dekat di pusat kota dan yang paling penting banyak makanan di sekitarnya, seperti oleh – oleh bolu meranti dan bika ambon.

Setelah beberes di Hotel, kami berangkat ke SUN Plaza untuk sarapan lagi (ronde ke berapa ya?) di Kok Tong Kopi Tiam, dan mencoba Nasi Prang dan kopi medan, we love it!

Perjalanan kuliner dari Kok Tong baru saja dimulai, selanjutnya kita memutuskan untuk ‘brunch’ di Mie Awai, seperti makan siang yang lebih pagi lah, hehe..

After that we’re going back to the hotel and take some rest..here’s the view just in front of the hotel..

Malam harinya kita pergi ke SELAT PANJANG, there’s a lot of food stalls there, okay we’re eating a lot of stuff there hehe..but my favourite actually is the sarsaparila drink..

Baru pertama kali ini saya minum sarsaparilla dengan merk BADAK, hehe lucu ya? :p rasanya juga enak, ga terlalu manis, di Bandung mah gak ada nih.. hiks..

Sabtu, 16 Januari 2010

Di malam berikutnya, saya dan teman – teman wisata kuliner lagi nih ke ACEK BOTAK nama tempat makannya yang masih di daerah Sekip juga, tinggal nyebrang dari hotel Aplha Inn.  Chinese food tapi ada yang halal juga, dan rameee bangett.  Pas dicoba makanannya, semuanya enak! hehe..bener kata orang kalau di Medan cuma ada dua makanan, yang enak sama yang enak banget :p

Lanjut abis makan malam masih belum puas juga nih, masih pengen snack, lalu kami melanjutkan ke PASAR KELING, tempat makan makanan India, kami memesan roti cane dan kerang, lumayan ;p

Minggu, 17 Januari 2010

In the morning we decided to have breakfast just beside the hotel (Sekip area), is a very delicious Chicken Noodle, i dont even know the name.. ;p tapi setelah kedatangan saya yang kedua ke Medan, saya baru tahu itu Mie Ayam yang lumayan terkenal juga di Medan dan wajib makan juga lho..enak banget.

to be continued..